Selasa, 22 September 2020

Kami ke Hotel, lho! ^___^

Minggu malam itu (13/9) saya menyelesaikan beberapa pekerjaan rumah tangga. Rasanya lelah sekali. Lalu melanjutkan dengan menyusun jadwal bersama anak-anak. Setiap Minggu saya biasnya menanyakan ke anak-anak minggu depan mau belajar apa? Apalagi untuk Zara yang home schooling biasanya dia yang tentukan sendiri tema apa yang mau dia pelajari.

Masuk pesan WhatsApp (WA) dari papa. Ada kamar hotel tidak terpakai katanya. Wuaah saya semangat banget. Saya tanya, bisa kita pakai untuk menginap? Dia bilang berangkat aja deh, walau Cuma tidur-tiduran di hotel dan ga berenangtidak apa-apa kan?

Langsung saya bilang Ozil dan Zara untuk rapihkan baju mereka. Sembari saya juga merapihkan baju bawaan saya, adek Tia dan papa, adik Tia saya berikan handphone untuk menonton. Wwuss, cepat banget. Jam 8.15 malam kami siap saya langsung pesan taksi Blue Bird lewat aplikasi dan 8.30 kami meluncur ke Hotel Intercontinental Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Perjalanan pun tidak lama, hanya 30 menit, kami menunggu papa di loby hotel.  Papa datang dan kami menuju ke kamar. Wah anak-anak senang sekali saat masuk ke kamar. Kamarnya luas dan serunya ada bath tub, mereka berlarian tertawa, rasa di hati hangat sekali melihat mereka. Malam itu Papa berbaik hati memesankan burger McDonald dan kami baru tidur jam 12 malam.

Besok paginya sarapan diantar ke kamar, komplit deh. Rasanya enak juga ya bangun tidur tidak memikirkan hari ini sarapan apa dan juga tidak memikirkan cucian piring dan baju, hehe.  Setelah sarapan anak-anak berenang sebentar. Meski was-was sedikit sih karena Corona kan belum hilang dan hari kami berenang itu, adalah hari dimulainya PSBB jilid 2 di Jakarta.

Alhamdulillah kami bersyukur bisa dapat kesempatan menginap di hotel bintang 5, semoga bisa menginap lagi ya kapan-kapan, hehe.  Sampai di rumah, kembali ke kehidupan nyata, cucian menunggu dan makan anak-anak kembali harus disiapkan sendiri. Rasanya ingin tinggal di hotel saja, ya ga? :P





 

 

 

 

 

 

Kamis, 27 Agustus 2020

Project Perdana Zara


                        

Zara baru menyelesaikan lap book perdananya. Dia pilih tema Petualangan Sherina. Dia memang suka film anak-anak yang banyak lagu nya seperti itu dan takjub saat saya kenalkan dia pada film Petualangan Sherina. Kata dia : masaaa sih Mah ini film jaman dulu? Kok bagus ((jaman dulu)) 😝

Saya bantu dia menyusun lapbook. Mulai dari mengenal nama-nama karakter, adegan terfavorit, lagu terfavorit. Karena film ini dia jadi kenal Bosscha, dia tanya Bossca itu masjid ya? Sekalian deh saya ajarkan dia cari info di internet tentang Bosscha. Dia juga belajar save gambar dan mencetak. Sesuatu yang saya anggap 'biasa aja' ternyata bagi dia berkesan. Ooo gitu yaa caranya ngeprint. Gampang ya, katanya.

Ternyata hal yang kita anggap sederhana  bisa jadi sesuatu yang berkesan ya buat anak-anak. Saat di akhir project tak lupa kami mengadakan refleksi kegiatan. 

 




Apa perasaan mu saat mengerjakan ini? Senang tapi capek gunting dan nyari-nyari. Apa yang menurutmu harus diperbaiki untuk selanjutnya? Suara ku pas presentrasi kurang jelas.

Alhamdulillah, dari kegiatan sederhana ini bisa memberikan banyak pengetahuan baru buat Zara. Semangat ! Buat yang bertanya, apa sih lap book itu? bisa klik link ini ya

Video presentasi bisa dicek disini.

Selasa, 18 Agustus 2020

Zara Pamit dari Sekolah

Kondisi pagebluk akhirnya memaksa kami mengambil keputusan yang tidak pernah kami bayangkan sebelumnya. Zara pamit dari sekolah, ya,, tidak melanjutkan sekolah ke SD 1. Seharusnya tahun 2020 dia kelas satu SD. Awalnya kami berencana memasukan Zara ke Sekolah Alam Indonesia Meruyung tapi tidak jadi kami lakukan.

Ketidakjelasan pengajaran anak-anak selama sekolah jarak jauh ini, salah satu pemicunya. Zara yang kami lihat senang melakukan hal seputar seni pertunjukan dan kami merasa sekolah belum bisa maksimal mengakomodir minat dan bakatnya ini. Bila kami paksakan tetap sekolah, beban materi sekolah pasti akan banyak menyita perhatian Zara lalu minat dan bakatnya akan dilupakan perlahan, sayang sekali kan?  Dengan home schooling kami berharap Zara bisa memilih mata pelajaran yang ingin dia pelajari sambil mendalami minat dia dengan maksimal.

Lalu, apakah kami sudah paham akan konsep home schooling ini? Belum sih  kami sebagai orang tua masih belajar, Zara juga belajar. Tambah lagi Ozil yang saat ini masih belajar dari rumah, jadi murid home schooling saya sebenarnya ada dua, hehe. InsyaAllah niat baik kami untuk mendidik anak-anak lewat jalur home schooling ini diberikan kemudahan. Oya, selama kami belajar, kami banyak mengintip blog rumahinspirasi sebagai referensi. Teman-teman bisa baca, disana banyak sekali informasi. 

Bismillah, bisa yuk bisa. 😄😍

Selasa, 04 Agustus 2020

Keracunan Makanan Pada Bayi


 

Sudah dua hari adek Tia (20 bulan) susah makan. Awalnya saya hanya menganggap enteng saja. Di hari kedua, sorenya itu Abang dan Kakak saya buatkan mie bakso, pakai bakso instan dari s0*****d. Mungkin karena saking hecticnya kalau sore, saya ga berpikir panjang kasih adek mie bakso itu, padahal perutnya kosong, cuma diisi sedikit makanan sedari pagi. Saat saya makan bakso itu saya tidak merasa aneh sama sekali tapi terbersit sih sedikit, apakah aman ya mie bakso instan ini saya berikan ke adek?

Senin, 11 Mei 2020

Operasi Hernia Tia (Part 2)

“Orang tua anak Meutia!”

Teriakan suster memecah penantian kami. Deg! Duh ada apa lagi ini? Kok cepat sekali? Apa operasinya ga… Ah! Astaghfirullah. Cepat2 saya tepis perasaan itu dan secepatnya menemui dr. Catur.

dr. Catur yang ramah mempersilahkan kami duduk. Menjelaskan apa yang terjadi pada adek. Beliau bilang, sangat normal bila pada bayi bagian pusar belum menutup sempurna sharusnya usia 1 tahun pusar akan merapat dan kuat namun pada adek, sebelum usia 1 tahun, pusar tersebut tiba2 menonjol. Saat operasi pun diambil nanah. Ternyata ada nanah di benjolan puser itu. Nanah dibawa ke lab untuk diperiksa dan adek dirawat 3 hari dua malam.




Selama dirawat berbagai macam antibiotik adek terima. Tapi yang paling menyeramkan yang suntikannya besar banget dan lama. Ya Allah kalau saja bisa saya yang menggantikan saya pasti mau.


Adek pulang dan dijadwalkan kontrol jaitan lagi. Alhamdulillah semuanya aman. Bisa lebaran ke Mampang. Bermain sama kakak2. Semuanya normal lagi.

Setelahnya sampai saat tulisan ini terbit adek masih bolak balik kontrol. Kata dokter kalau belum 2 tahun belum menutup sempurna jadi kadang rembes cairan dari dalam puser keluar. Nanti sembuh nanti basah lagi.

Ya Allah hanya kepada Mu kami memohon kesembuhan yang sempurna untuk anak kami. Amin



Operasi Hernia Tia (part 1)

Jumat 31 Mei 2019 dalam suasana Ramadhan jelang lebaran, adek rewel. Gerak sedikit nangis. Digendong nangis. Ga biasanya. Saya curiga sama pusernya yang memang sebulan kebelakang tiba2 berjendol seperti balon. Baca2 di google katanya gapapa. Tapi kok ga ada perubahan.
Saya coba pegang pusernya dan dia nangiis kejer. Ya Allah ada apa ini. Saya dan suami langsung ke RS Permata Depok. Antrian masih panjaaang sekali dan di antara antrian itu adek menangis kesakitan. Haduh rasanya pilu banget. Tapi saya ga bisa berbuat apa2.