Senin, 30 Desember 2019

Hamil 43 Minggu (Happy 1st Bday Meutia)

Perempuan manaaaa yang ga semangat menggebu2 kalau ditanyain gimana proses lahirnya si adek? Biar pun lagi lemes capek puting perih, tapi kalau ditanyain hal yang itu, pasti semangat banget nyeritain detail.

Unfortunately, ga semua orang sadar, untuk nanya hal2 yg menggembirakan si ibu yang baru lahiran. Malah parah nya,



saya kebagian tamu yang jelek2in suami saya  di rumah saya, saat saya lagi capeeek banget dan diiringi anggukan kepala ibu-ibu lainnya, seolah mengiyakan aja ga ada yang bela saya. Ok skip bagian itu sementara yaa. Mau cerita tentang proses lahirnya adek ah.

Saya mulai merasa kontraksi dari 5 hari sebelum saya lahiran. Kontraksi lumayan intense tapi masih acak. Sempat cek ke bidan pipit kata bidan pipit masih lama ini sih dan di saat itu dia bilang mau ke Jogja hari Sabtu (3/11) semoga bisa lahiran sebelum tanggal itu.

Saya mengikhlaskan mau lahiran sama siapa saja. Sambil terus menunggu kapan adek mau lahir. Hari itu hari Jumat (2/11) sudah masuk week 42+4. Dibilang khawatir, iya banget! Mau ke RS pasti diinduksi. Jadi saya maju mundur. Saya rencana mau USG keesokan hari nya tapi mau bohong mengenai HPHT. Seraya terselip doa semoga besok lahiran. Saya tidur malam itu dengan lumayan nyenyak.

Jam 4 subuh (3/11) saya bangun dengan sedikit tersentak. Rasa mulesnya lumayan ga bisa saya tahan. Bolak balik saya coba tahan sakit. Main gymball berdiri jongkok, supaya kalau benar-benar ini kontraksi bisa lebih cepat adek turun dan membuka jalan lahir. Suami membelikan sarapan tapi saya sama sekali ga nafsu. Kayaknya beneran kontraksi. Sesekali saya pake aplikasi dari bidan kita. Intervalnya teratur. Bismillah semoga Allah mudahkan prosesnya.

Waktu sudah menunjukan pukul 7 pagi. Saya naik motor ke tempat bidan. Sepanjang perjalanan saya meringis kesakitan. Ya Allah. Sampai di tempat bidan bertemu bidan Azka, bidan pipit ga ada sudah jalan ke Jogja. Saya minta dicek. Pas dicek bukaan dua. What??? Saya kaget. Masaaa sih bukaan dua? Rasanya dah kayak gini 😣

Bidan Azka mengatakan bahwa bidan pengganti akan datang sekitar jam 10. Masih lamaaa 🀐🀐 sambil menunggu saya ke kamar, suami pulang menjemput Ozil dan Zara. Ohya bidan Azka menyiapkan teh manis hangat dan setangkup roti selai coklat dan saya sama sekali ga tertarik melihatnya. Kontraksi nya makin menjadi πŸ€“ mantap. Sampai akhirnya saya merasa seperti ada yang mendesak keluar. Dan pletus! Ketubannya pecah. Saya panik karena air ketubannya mengalir terus ga bisa ditahan. Saya dinaikan ke ranjang bersalin. Bidan pun belum datang. Bidan Azka sibuk mondar mandir koordinasi sama bidan pipit via WA. Kasian dia pasti sama paniknya πŸ˜„

Bidan pengganti pertama datang. Jujur dari awal saya kurang sreg dengan beliau. Entah mengapa. 1 jam berlalu dengan berbagai macam posisi tidak juga keluar. Sudah dibantu dengan infusan juga. Bidan menanyakan apa jangan2 kelilit tali pusat. Dia juga menanyakan mobil yg standby just in case kalau ga keluar2 saya akan dibawa ke RS.

Bidan pertama tersebut akhirnya ijin kerja. Disambung sama bidan kedua. Pembawaannya riang santai dan menyenangkan! Saya sreg banget. Dia juga membebaskan saya memilih posisi yang nyambung dengan badan saya. Sempat juga tercetus opsi untuk membawa saya ke RS. Saya terdiam. Ke RS? Biaya nya gimana? Saya coba ajak komunikasi adek. Dek yuk keluar kalau ga kita dibawa ke RS nih deek. hahaha. Padahal saat itu lagi ga muncul kontraksinya saya paksakan mengejan. Allohuakbar. Adek pelan2 meluncur. Bidan2 menyemangati. Adek alhamdulillah lahir utuh normal sehat dan ternyata tanpa lilitan tali pusar.

Inisiasi menyusu dini dilakukan. Sambil menunggu plasenta keluar setelahnya jahit bagian bawah. Alhamdulillah meski ada sedikit kendala karena plasenta agak lama keluarnya dan jahitan yang buanyak plus vagina yang bengkak, kami berhasil melalui masa2 genting itu. Saat IMD yang teringat hanyalah setangkup roti isi selai coklat yang dibawakan oleh bidan Azka tadi, saya lapeeeerrr berat dan minta Zara untuk mengambilkan roti ituπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Setahun berlalu. Rasanya masih ga percaya alhamdulillah Allah ijinkan kami bersama.setahun ini. Happy birthday Meutia anak Mama nomor tiga! Sehat panjang umur ya Neuk. Semoga umur mama juga panjang. Mama mau temenin kamu dan Kakak Zara mengasuh cucu Mama Papa kelak. Amin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar